Selamat Datang di Kawasan Penyair Kota Idaman Terima Kasih Kunjungan Anda

Sabtu, 28 Juni 2008

Melati yusuf


Lahir di Banjarbaru, 2 Juni 1984. Mahasiswa Univerwsitas Muhammadiyah Malang jurusan Psikologi. Aktif di Komunitas seni rupa “ Lentera “ UMM. Pernah mengikuti beberapa pameran lukisan di Malang. Di samping melukis juga menyenangi sastra, menulis cerpen dan puisi. Banyak cerpen dan puisinya yang belum sempat dipublikasikan di media cetak. Ia menyiapkan puisi-puisinya yang akan diantologikan secara tunggal. Di Banjarbaru, beralamat di jalan Pandu gg. Arjuna 75 Banjarbaru Kalimantan Selatan , e-mail : melz_artcoholic@yahoo.com

Hidup lagi

Terlambat kubuka mata

Saat sesaat terpejam

Terlambat sadari kalau,

Kali ini aku hidup lagi

Seperti harapanku kemarin

Sebelum kumati

Inginku kau disisiku

Tertidur lelap disampingku

Hingga waktu tak menemukanmu

Kini aku hidup lagi

Setelah pahitnya kenyataan

Membunuhku, merampasmu

Mematahkan setiap langkahku

Marobek-robek hari-hariku

Kepahitan dan kesakitan yang kemarin

Membunuhku, dia pula yang kini…

Menyembuhkanku…dan, aku hidup lagi.

Hidup sebagai sesuatu yang lain

Hidup yang siap membantai atau terbantai,

Atau setidaknya siap terbunuh dan membunuh

Itu harus.

Sekarang aku sempurna

Setelah terbunuh mati.

Dengan kuku-kuku yang panjang, kuat dan tajam

Mengharuskan taring-taringku kokoh, runcing dan panjang.

Dimalam sebelum malam ini

Tuhan ….

Tak sibukkah Kau melihat-lihat umatMu?

Sekiranya tidak.

Mari bantu aku menuliskan malam ini,

Agar malam ini, dan malam seperti ini,

Terbaca jelas segalanya…

Bukan untuk generasi ini, tapi untuk generasiku selanjutnya.

Ini tulisanku, saat ku mabuk, mabuk.

Semua mengalir. Baying-bayang tinggal baying.

Hingga semua terasa memudar

Sesuatu yang dalam kian melayang

Sepertinya tak butuhkan bumi untuk di pijaki.

Temanku berteriak “ Mari lepaskan semua malam ini!!!”

Aku tak mengerti, apa yang harus di lepaskan malam ini?

Akh…! Ada-ada saja temanku.

Satu lagi lintingan tlah kuhabisi,

Setelah yang keempat

Dan entah sudah berapa gelas anggur yang kuteguk?

Kerongkongan semakin terasa kering,

Seiring harapan kian meninggi jauh melayang.

Iya, aku tahu, aku mabuk menulis ini.

Penuh kemabukan

Aku mabuk malam ini.

Malam dimana tahun baru-baru menyapa

Dan aku…mabuk lagi,

Melebihi mabuk malam sebelum-sebelum malam ini.

Apa yang seharusnya kau miliki ?

Jangan pernah bertanya mengapa kita selalu saja merasa sedih atau senang?

Jangan pernah bertanya mengapa angin begitu nyata terasa meskipun tak terlihat?

Jangan pernah bertanya mengapa jantung dan hati letaknya berdekatan?

Jangan pernah bertanya mengapa menangis itu melegakan?

Jangan pernah bertanya mengapa darah dan air mata selalu ada?

Jangan pernah bertanya mengapa cinta tak terdefinisikan?

Jangan pernah bertanya! Karena semua itu adalah nafsu.

Seperti Harut dan marut, malaikat yang dibuang ke sebuah telaga di babylonia lalu kemudian mati hanya karena ingin memiliki nafsu.

Do’a tidurku

Wahai, Tuhan yang berada dalam jiwaku.

Terpujilah diriMu yang menguasai tidur dan mimpiku.

Yang menidurkan matahari dan menyadarkan bulan,

Yang Maha benar dan Maha salah.

Jadikanlah tidur dan mimpiku dekat denganmu.

Sedekat hidungku dengan nafasku,

Sedekat jantung dan hatiku,

Sedekat raga dan jiwaku!

3 komentar:

henry mengatakan...

mel....
pa kbar...?
muga slalu dalam lindungan NYa...
puisinya bagus2....dalem bgt...keep on rock...keep on gila2an.....
muga jadi seniman sejatii...
dukunganku selalu buat kmu..

salam,
heNry 'Ongrie'

budiboill mengatakan...

wayooooooo hahaha :P

melati yusuf mengatakan...

wakakakakka